IPTEKS IMPLIKASI TEKNOLOGI INFORMASI TERHADAP AUDIT INTERNAL PADA PT

IPTEKS IMPLIKASI TEKNOLOGI INFORMASI TERHADAP AUDIT INTERNAL PADA PT. BANK SULUTGO
Adriana N. Pabunna1, Jennifer N. Sitaneley2, Ribka M. R. Suparno3
1,2,3Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Sam Ratulangi, KampusUnsrat, Manado, 95115, Indonesia
Email : [email protected] [email protected] [email protected]
ABSTRACT
Following the development of an increasingly advanced era. Information technology comes with a positive impact on internal audits. The correct use of information will affect the audit process. With the help of additional technology, it will facilitate the company in the audit process. Information Technology (IT) for SulutGo Bank increasingly plays a key role in achieving company goals in the business field as well as a means to improve compliance aspects and the implementation of good corporate governance. This study itself aims to see the impact of the use of information technology used during the internal audit process of PT. SulutGo Bank. Based on applicable standards. On the other hand, of course information technology can also create new risks, but this can be overcome by using special controls on information technology systems. The impact of Information Technology itself has an impact on internal auditors to improve Information Technology knowledge and skills and adjust how they are do their work.

Keywords : Internal Audit, Information Technology (IT)
PENDAHULUAN
Kemajuan teknologi merupakan suatu hal yang tidak bisa kita hindari dalam kehidupan ini, karena kemajuan teknologi akan berjalan sesuai dengan perkembangan zaman. Teknologi diciptakan untuk memberikan manfaat positif bagi kehidupan manusia dan memberikan banyak kemudahan. Saat ini masyarakat sudah menikmati banyak manfaat yang merupakan dampak dari inovasi-inovasi teknologi yang telah dihasilkan. Manfaat teknologi informasi yang didapat oleh masyarakat merujuk pada penyampaian maupun pengolahan informasi yang lebih mudah. Peranan teknologi informasi menitikberatkan pada peraturan system informasi dengan penggunaan komputer, teknologi informasi dapat memenuhi kebutuhan informasi dunia bisnis dengan cepat, tepat waktu, relevan, dan akurat. Dalam hal ini memahami pengendalian internal, mengetahui tentang pengendalian umum dan pengendalian aplikasi, serta resiko-resiko pemakaian Teknologi Informasi perusahaan merupakan tanggung jawab dari auditor internal. Pengetahuantentang resiko dan pengendalian umum memberikan dampak dalam peningkatan kemampuan auditor internal untuk menilai dan mengandalkan pengendalian aplikasi yang efektif agar mengurangi risiko pengendalian bagi tujuan audit terkait.

Dalam rangka menuju perusahaan jasa perbankan yang profesional dan bertumbuh secara sehat, Bank SulutGo terus berupaya untuk meningkatkan kehandalan TI pada setiap aspek operasional Bank, dengan tujuan akhir peningkatan kepuasan pelanggan serta meningkatkan efektifitas penerapan pengendalian internalsss. Bank SulutGo secara berkesinambungan melakukan improvement terhadap sistem yang digunakan untuk meningkatkan aksesibilitas, menjamin keamanan dan kehandalan sistem, serta ketersediaan layanan berbasis TI.

TINJAUAN PUSTAKA
Electronic Data Processing
Menurut Weber(1999), EDP auditing adalah sebuah proses pengumpulan dan evaluasi bukti untuk menentukan apakah sistem komputer dapat mengamankan aset, memelihara integritas data, dan dapat mencapai tujuan perusahaan secara efektif dan menggunakan sumber daya secara efisien. Metode Audit antara lain:
Auditing Around the Computer
Auditing Through the Computer
Auditing With Computer
Tujuan Audit Sistem Informasi
Meningkatkan Keamanan Aset-Aset Perusahaan
Menjaga Integritas Data
Efektifitas Sistem
Efisiensi Sistem
METODE DAN TEKNIK PENERAPAN IPTEKS
Metode Penerapan IPTEKS
Metode IPTEKS Audit Information Technology yang diterapkan adalah EDP Audit (Electronic Data Processing).

Teknik Penerapan IPTEKS
Teknik penerapan IPTEKS Audit Information Technology yang diterapkan berdasarkan EDP Audit (Electronic Data Processing) menggunakan pendekatan audit sistem informasi yang terdiri dari 3: Auditing Around the Computer, Auditing Through the Computer, Auditing With Computer.

PEMBAHASAN
Gambaran Objek Penerapan Ipteks
PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara Gorontalo (selanjutnya disebut “Bank SulutGo” atau “Bank” atau “Perusahaan”) didirikan dengan nama Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara Tengah berdasarkan Akte No. 88 tanggal 17 Maret 1961 oleh Raden Hadiwido, notaris pengganti dari Raden Kadiman, Notaris di Jakarta yang diperbaiki dengan Akte Perubahan Anggaran Dasar No. 22 tanggal 4 Agustus 1961 oleh Raden Kadiman Notaris di Jakarta dan Akta Perubahan Anggaran Dasar No. 46 tanggal 10 Oktober 1961 oleh Raden Hadiwido pengganti dari Raden Kadiman, notaris di Jakarta, yang telah memperoleh pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan penetapan No. J.A.5/109/6 tanggal 13 Oktober 1961.

Anggaran dasar Bank telah mengalami beberapa kali perubahan, diantaranya berdasarkan Peraturan Daerah Propinsi Daerah Tingkat I Sulawesi Utara No. 1 tahun 1999 tentang Perubahan Bentuk Badan Hukum Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara dari Perusahaan Daerah menjadi Perseroan Terbatas (PT) yang telah disahkan dengan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri No. 584.61-174 tanggal 11 Maret 1999, dan diundangkan dalam Lembaran Daerah Propinsi Sulawesi Utara Seri D No. 01/1999 tanggal 12 April 1999, memutuskan hal-hal antara lain tentang perubahan status bentuk badan hukumnya dari Perusahaan Daerah menjadi Perseroan Terbatas (PT) dan peningkatan modal dasar.

Perubahan anggaran dasar tersebut di atas telah diaktakan dengan Akta No. 7 tanggal 14 April 1999 oleh Joanes Tommy Lasut, S.H, notaris di Manado yang telah memperoleh Pengesahan dari Menteri Kahakiman Republik Indonesia No. 8298.HT.01.01.TH’99 tanggal 14 Mei 1999 dan telah didaftarkan dalam daftar Perusahaan di Kantor Pendaftaran Perusahaan Kota Manado dengan No. 83/BH/18.05/V/1999 tanggal 21 Mei 1999, serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 63 tanggal 6. Perubahan Anggaran Dasar terakhir berdasarkan Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT. Bank Sulut yang diadakan tanggal 18 Mei 2009 dan dilanjutkan tanggal 27 Mei 2009, yang diaktakan melalui akta No. 67 tanggal 12 Juni 2009 oleh M.S.E. Pangemanan, SH notaris di Manado mengenai peningkatan modal dasar dari Rp. 300.000.000.000,- sehingga menjadi sebesar Rp.500.000.000.000,- Akta perubahan anggaran tersebut telah mendapatkan pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-37607.AH.01.02 tahun 2009 tanggal 6 Agustus 2009. Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasarnya,
Bank berusaha dalam bidang perbankan dan jasa keuangan lainnya yang dapat dilakukan oleh suatu Bank berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.

Penerapan Interndal Audit Pada PT Bank SulutGo
SKAI Bank SulutGo memiliki Pedoman Audit Berbasis Risiko dan Internal Audit Charter yang ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. 067/SK-DIR/VII/2013 perihal Buku Pedoman Audit Berbasis Risiko dan Internal Audit Charter.

Di dalam Internal Audit Charter memuat antara lain sebagai berikut :Ketentuan mengenai pengangkatan dan pemberhentian Pimpin SKAI oleh Direktur Utama dengan persetujuan Dewan Komisaris dan dilaporkan kepada Otoritas Jasa Keuangan;
Ketentuan mengenai tugas dan tanggung jawab SKAI membantu Dewan Komisaris dalam melaksanakan tanggung jawab secara efektif;
Uraian dan penjelasan mengenai visi SKAI untuk menjadi mitra profesional yang memberikan nilai tambah dalam mencapai visi perusahaan;
Uraian dan penjelasan mengenai misi SKAI untuk menjaga dan memenuhi kepentingan bank dan masyarakat pemilik dana dengan baik dan aman;
Uraian dan penjelasan mengenai ruang lingkup audit dalam melakukan review atas manajemen risiko, sistem pengendalian intern, serta proses tata kelola perusahaan yang baik dan system informasi;
Uraian dan penjelasan mengenai tugas dan tanggung jawab dalam melakukan review aktivitas perusahaan dalam interval waktu tertentu guna memastikan bahwa fungsi-fungsi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian telah dilaksanakan sesuai dengan instruksi, kebijakan dan prosedur yang ditetapkan manajemen serta selaras, baik dengan tujuan perusahaan maupun dengan standar praktik pengelolaan perusahaan yang baik;
Uraian dan penjelasan mengenai wewenang penuh untuk mengaudit semua fungsi dalam unit kerja serta memiliki akses untuk memeriksa semua catatan, karyawan dan fisik aset-aset yang terkait dengan pelaksanaan auditnya.

Berdasarkan pedoman audit yang diterapkan dapat dilihat bahwa PT. Bank SulutGo menggunakan metode EDP Auditing Through the Computer. Auditing Through the Compuer merupakan suatu pendekatan audit yang berorientasi pada komputer dengan membuka black box, dan secara langsung berfokus pada operasi pemrosesandalam sistem komputer. Dengan asumsi bahwa apabila pemrosesan mempunyai pengendalian yang memadai, maka kesalahan dan penyalahgunaan tidak akan terlewat untuk dideteksi, sebagai akibat dari keluaran dapat diterima. Keuntungan utama pada pendekatan ini adalah dapat meningkatkan kekuatan terhadap pengujian sistem aplikasi secara efektif dimana ruang lingkup dan kemampuan dari pengujian yang dilakukan dapat diperluas sehingga tinggkat kepercayaan terhadap keandalan dari pengumpulan dan pengevaluasian bukti dapat di tingkatkan. Selain itu dengan memeriksa secara langsung logika pemrosesan dari sistem aplikasi, dapat diperkirakan kemampuan sistem dalam menangani perubahan dan kemungkinan kehilangan yang terjadi pada masa yang akan datang.

PEMBAHASAN
Dalam melakukan audit menurut Weber ada empat tujuan yang harus dicapai. Empat tujuan itu antara lain.

Meningkatkan Keamanan Aset-Aset Perusahaan
Aset informasi suatu perusahaan seperti hardware, software, sumber data, file data harus dijaga oleh suatu sistem pengendalian intern yang baik agar tidak terjadi penyalahgunaan asset perusahaan. Jika software rusak akan mengganggu jalannya operasional dan bila software dicuri maka informasi yang rahasia dapat dijual kepada kompetitor. Untuk itu perusahaan telah memperketat seleksi calon karyawan dan menetapkan standar kualifikasi pendidikan bagi calon karyawan yang disesuaikan dengan jenis pekerjaan yang ditawarkan. Perusahaan juga memberikan pelatihan-pelatihan bagi karyawan baru.

Menjaga Integritas Data
Integritas data merupakan konsep dasar audit sistem informasi. Integritas data berarti data memiliki atribut: kelengkapan (completeness), sehat dan jujur (soundness), kemurnian (purity), ketelitian (veracity). Tanpa menjaga integritas data, organisasi tidak dapat memperlihatkan potret dirinya dengan benar akibatnya, keputusan maupun langkah-langkah penting di organisasi salah sasaran karena tidak didukung dengan data yang benar. Pengendalian internal yang diterapkan dan dijalankan oleh PT. Bank SulutGo sejauh inisudah berjalan dengan baik. Manajemen menjunjung tinggi integritas, nilai-nilai etika dankedisiplinan ditandai dengan adanya sanksi untuk karyawan yang melakukan penyimpangan.
Efektifitas SistemSistem informasi dikatakan efektif hanya jika sistem tersebut dapat mencapai tujuannya. Untuk menilai efektivitas sistem, auditor sistem informasi harus tahu mengenai kebutuhan pengguna sistem atau pihak-pihak pembuat keputusan yang terkait dengan layanan sistem tersebut. Selanjutnya, untuk menilai apakah sistem menghasilkan laporan / informasi yang bermanfaat bagi penggunanya, auditor perlu mengetahui karakteristik user berikut proses pengambilan keputusannya. Pengendalian internal yang efektif mengharuskan bank secara terus-menerus mengidentifikasi dan menilai risiko yang dapat mempengaruhi pencapaian sasaran.

Efisiensi Sistem. Suatu sistem sebagai fasilitas pemrosesan informasi dikatakan efisien jika ia menggunakan sumber daya seminimal mungkin untuk menghasilkan output yang dibutuhkan. Efisiensi sistem pengolahan data menjadi penting apabila tidak ada lagi kapasitas sistem yang menganggur. Untuk itu perusahaan membentuk SKAI yang berfungsi untuk mengidentifikasikan segala kemungkinan untuk memperbaiki dan meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya dan dana.

KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
PT. Bank SulutGo menerapkan Audit internal yang memanfaatkan Information Technology berdasarkan Audit EDP metode Auditing Through the Computer. Dimana dengan menggunakan metode ini membantu para auditor untuk meningkatkan kekuatan terhadap pengujian sistem aplikasi secara efektif dimana ruang lingkup dan kemampuan dari pengujian yang dilakukan dapat diperluas sehingga tingkat kepercayaan terhadap keandalan dari pengumpulan dan pengevaluasian bukti dapat di tingkatkan. Selain itu dengan memeriksa secara langsung logika pemrosesan dari sistem aplikasi, dapat diperkirakan kemampuan sistem dalam menangani perubahan dan kemungkinan kehilangan yang terjadi pada masa yang akandatang.

Saran
Secara umum auditee telah menindak Lanjuti hasil temuan audit yang dilakukan oleh SKAI sesuai komitmen semula, namun masih terdapat beberapa temuan yang belum ditindak lanjuti, dan terus dimonitor penyelesaiannya sesuai komitmen agar kinerja perusahaan PT. Bank SulutGo semakin membaik.

DAFTAR PUSTAKA
PT. Bank Sulawesi Utara Gorontalo. 2017. Annual Report.

Oktavia Ika Rochmawati. 2015. Peranan Teknologi Informasi Dalam Audit. Jurnal Ipteks Akuntansi bagi Masyarakat. 2(2)
Utomo Agus Prasetyo. 2006. Dampak Pemanfaatan Teknologi Informasi terhadap Proses Auditing dan Pengendalian Internal. Jurnal Teknologi Informasi Dinamik. XI(2)
Amani Tatik., Vidiyastutik Elok Dwi., dan Hudzafidah Khusnik. 2017. Dampak Teknologi Informasi Terhadap Audit Inernal. Jurnal Ipteks Akuntansi bagi Masyarakat. VOL(NO)
Supryanto Joko. 2015. Audit Keamanan Data Server di PT. Boston Beton denganmenggunakan metode cobit 4.1.Jurnal Ipteks Akuntansi bagi Masyarakat . VOL(NO)
Rotti Marvini Rini., Manossoh Hendrik., dan kalalo Meily Betsy Yoke. 2017. Evaluasi Pengendalian Internal terhadap Kredit Diragukan pada PT. Bank Sulutgo di Minahasa Induk. Jurnal Riset Akuntansi Going Concern. 12(2)